Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

ihsg penutupan per tgl 30 Oktober 2015 (S3P1)

JAKARTA. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Jumat (30/10) ditutup melanjutkan pelemahan 16,84 poin seiring dengan pelaku pasar yang kembali melakukan aksi ambil untung. IHSG ditutup melemah 16,84 poin atau 0,38 % menjadi 4.455,18. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 5,79 poin (0,76 %) menjadi 759,73. "Bursa saham di kawasan Asia termasuk IHSG BEI bergerak melemah melanjutkan aksi ambil untung yang sudah berlangsung semenjak beberapa hari terakhir ini," kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo, dikutip dari  Antara . Menurut dia, salah satu faktor yang memicu aksi ambil untung disebabkan oleh kinerja emiten di BEI yang telah dipublikasikan menunjukkan sebagian besar emiten gagal mencetak laba bersih per saham (EPS) di atas konsensus pasar. Di tengah situasi yang kurang kondusif itu, lanjut dia, pelaku pasar asing juga kembali melakukan aksi lepas saham. Tercatat, dalam data BEI pelaku pasar saham asing mencatatkan jual bersi

ihsg per tgl 30 Oktober 2015

JAKARTA okezone  - Perdagangan bursa saham Indonesia sesi I hari ini ditutup melemah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat turun 7,41 poin atau 0,2 persen ke 4.464,61. Siang ini, tercatat 115 saham menguat, 154 saham melemah dan 72 saham stagnan. Hingga saat ini, telah terjadi transaksi sebesar Rp2,21 triliun dari 1,864 miliar lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 turun 0,72 poin atau 0,2 persen ke 397,69, Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,10 poin atau 0,4 persen ke 589,07, indeks IDX30 turun 0,72 poin atau 0,2 persen ke 397,69, dan indeks MNC36 turun 0,73 poin atau 0,3 persen ke 245,62. Kendati begitu, sektor- penggerak IHSG juga masih ada yang menguat. Penguatan terbesar dipimpin oleh sektor perkebunan yang naik 0,6 persen. Sementara sektor yang memimpin pelemahan tertinggi sektor keuangan yang turun 1 persen. Namun di Asia, indeks Nikkei naik 146,60 poin atau 0,77 persen ke 19.082,31, indeks Hang Seng turun 44,69 poin atau 0,20 persen ke 22.775,25 dan indeks Strai

ihsg per tgl 29 Oktober 2015

JAKARTA.   Indeks harga saham gabungan (IHSG) turun tajam 1,95% atau 89,76 poin ke level 4.518,98 pada akhir sesi I siang ini, Kamis (29/10/2015). Dari 520 saham yang diperdagangkan sebanyak 183 saham bergerak melemah. Saham PT Bank RakyaT Indonesia Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) termasuk saham penekan utama IHSG. Siapa saja 10 emiten pemberat utama IHSG siang ini? Berikut rinciannnya. Berdasarkan kapitalisasi pasar saham terbesar: Kode (%) BBRI -3,38 ASII  -2,88 BBCA -2,03 TLKM  -1,97 UNVR  -1,51 Berdasarkan persentase saham terbesar: Kode (%) IBFN -9,94 SMMT -9,91 SIAP -9,8 VOKS -9,24 AGRS -9,17 Sumber: Bloomberg. http://market.bisnis.com/read/20151029/7/486992/indeks-bei-29-oktober-ihsg-sesi-i-terkoreksi-195-bbri-dan-bbca-jadi-pemberat-utama Sumber : BISNIS.COM NEW YORK. Indeks acuan Amerika meroket ke level tertingginya dalam dua bulan terakhir tadi malam

ihsg penutupan per tgl 28 Oktober 2015

JAKARTA - Bursa saham Indonesia kembali melanjutkan pelemahan hingga penutupan sore ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 65,32 poin atau 1,4 persen ke 4.608,74. Sore ini, tercatat sebanyak 108 saham menguat, 196 saham melemah dan 99 saham stagnan. Telah terjadi transaksi sebesar Rp5,05 triliun dari 4,19 miliar lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 turun 14,75 poin atau 1,8 persen ke 795,98, Jakarta Islamic Index (JII) turun 10,04 poin atau 1,6 persen ke 610,90, indeks IDX30 turun 7,72 poin atau 1,8 persen ke 414,45, dan indeks MNC36 turun 4,29 poin atau 1,2 persen ke 255,29. Sektor-sektor penggerak IHSG kompak melemah, dengan penurunan terbesar adalah sektor aneka industri 2,5 persen. Di Asia, indeks Nikkei naik 125,98 poin atau 0,67 persen ke 18.903,02, indeks Hang Seng turun 186,16 poin atau 0,80 persen ke 22.956,57 dan indeks Straits Times turun 0,28 persen ke 3.043,91. Adapun saham-saham yang bergerak di jajaran top gainers, antara lain saham PT HM Sampoerna

ihsg per tgl 28 Oktober 2015

New York, Oct 27, 2015 (AFP)  The Japanese yen gained strength while the dollar edged up against the euro Tuesday as the Federal Reserve began a two-day meeting expected to again postpone a long-awaited rate hike. The Fed meeting opened amid more signs of slower US economic activity that would further justify a delay to increasing the federal funds rate: consumer confidence sagged and durable goods orders fell for a second straight month in September. "The data offered more evidence of the US economy's weaker footing of late, cementing expectations of no action on rates Wednesday," said Joe Manimbo of Western Union Business Solutions. The dollar pushed up to $1.1041 per euro from $1.1059 late Monday. The market's attention will be on how the Fed views US economic prospects for the months to come, with most bets that a rate rise will not come before March. "Should the Fed play down the economy's soft patch and keep its options open on rates this yea

ihsg per tgl 26 Oktober 2015

Jakarta Pada sesi pertama perdagangan Senin (26/10/2015) hingga pukul 09.09 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 36,936 poin (0,79%) ke angka 4.690,082. Sepanjang 9 menit pertama perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 4.694,690 atau menguat 41,544 poin dan mencapai level terendahnya 4.683,092 atau menguat 29,946 poin. Sebanyak 142 saham naik, 32 saham turun, 43 saham stagnan dan 347 saham tidak ditransaksikan sama sekali. Mayoritas indeks saham mendukung penguatan IHSG. Antara lain, indeks saham-saham unggulan LQ45 yang naik 8,363 poin (1,039%) ke angka 813,101; IDX30 naik 4,628 poin (1,106%) ke angka 423,127; MBX naik 12,154 poin (0,912%) ke posisi 1.345,291; DBX turun 0,41 poin (0,061%) ke angka 673,23; dan dan saham-saham syariah yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,979 poin (0,642%) ke angka 624,221. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp317,07 miliar dan Rp8,35 miliar di pasar negosiasi. Sementara itu, in

ihsg penutupan per tgl 23 Oktober 2015

JAKARTA sindonews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup lebih bertenaga sejalan dengan bursa Asia. IHSG naik 68,58 poin atau 1,50% ke level 4.653,15. IHSG pagi tadi dibuka balik arah menguat tajam didukung bursa saham global dan regional. IHSG terkerek 68,66 poin atau 1,50% ke level 4.653,22 dan pada akhir sesi I parkir di level 4.644,72. IHSG kemarin ditutup mendarat di teritori merah. IHSG turun 20,66 poin atau 0,45% ke level 4.584,56. Koreksi IHSG tersebut di tengah variatifnya bursa Asia. Sementara hari ini, bursa utama Asia positif. Indeks Nikkei 225 melesat 389,43 poin atau 2,11% ke level 18.825,30; indeks Strait Times naik 30,46 poin atau 1,00% ke 3.068,63; indeks Hang Seng mengut 306,57 poin atau 1,34% ke 23.151,94; dan indeks Shanghai naik 43,69 poin atau 1,30% ke level 3.412,43. Bursa saham China naik lebih dari 1% pada hari Jumat setelah Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa ekonomi tidak akan mengalami pendaratan yang tajam alias

ihsg per tgl 23 Oktober 2015

JAKARTA. Analis menerawang, risiko berinvestasi di Indonesia hingga pengujung tahun 2015 tidak akan berbeda jauh dengan kondisi sekarang. Sebab ketidakpastian global masih mengincar pasar dalam negeri. Makanya butuh peran pemerintah untuk membuat iklim investasi lebih kondusif. Risiko berinvestasi dalam negeri tercermin pada angka  credit default swap  (CDS). Pada Kamis (22/10), CDS lima tahun Indonesia turun 2,15% menjadi 222,613. Ketimbang akhir tahun 2015, angka tersebut sudah menanjak 38,86% dari posisi semula 160,312. Semakin tinggi angka CDS, semakin riskan pula iklim investasi suatu negara. Sebaliknya, semakin rendah angka CDS, risiko berinvestasi di daerah tersebut semakin minim. Analis Millenium Capital Management Desmon Silitonga menerawang, tren iklim investasi di Indonesia hingga akhir tahun 2015 tak berbeda jauh dari saat ini. Alasannya, jelang pengujung tahun 2015, permintaan dollar AS oleh korporasi umumnya meningkat guna membayar hutang. Sehingga rupiah berp

ihsg per tgl 22 Oktober 2015

"Hari Ini, Presiden Janjikan Paket Ekonomi Jilid V" INILAHCOM, Jakarta - Kalau tak ada aral melintang, pemerintah akan meluncurkan paket ekonomi jilid V, hari ini. Lebih cepat dari perkiraan. "Besok pagi (hari ini) akan ada paket kebijakan kelima. Terus akan ada paket-paket baik jangka pendek, menengah," kata Presiden Jokowi di depan Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2015). Menurut presiden, Indonesia harus mampu bersaing dengan negara lain seperti Vietnam dan India yang pertumbuhan ekonomi melesat bak meteor. Untuk itu, perli reformasi besar-besaran untuk menarik masuknya investasi. "IHSG juga mulai reborn, kemudian pembangunan sekarang bukan Jawa Sentris, tapi kita mau keluarkan Indonesia Sentris terutama Indonesia Timur," kata presiden. Ketika banyak kalangan mengkhawatirkan perekonomian Indonesia, bahkan tak sedikit yang menyebut krisis ekonomi sudah di depan mata, presiden asal So