Langsung ke konten utama

Postingan

IHSG PENUTUPAN per tgl 11 Agustus 2014

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan dengan positif, naik 59 poin. Indeks kembali menembus level 5.100. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.680 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 11.780 per dolar AS. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melaju 37,014 poin (0,73%) ke level 5.090,774 membuntuti penguatan yang terjadi di bursa-bursa regional. Meredanya konflik geopolitik beberapa negara di dunia membuat kekhawatiran pelaku pasar mereda. Aksi beli sudah muncul sejak pembukaan perdagangan. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun mampu kompak menguat. Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menanjak 38,342 poin (0,76%) ke level 5.092,102. Indeks sempat menembus level 5.100 didorong oleh menguatnya saham-saham unggulan. Indeks berhasil menghindari zona merah sejak pagi tadi berkat aksi beli di saham-saham unggulan. Indeks menanjak cukup t...

ihsg per tgl 110814

detik Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menembus level 5.100 didorong oleh menguatnya saham-saham unggulan. Siang ini IHSG naik 38 poin Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melaju 37,014 poin (0,73%) ke level 5.090,774 membuntuti penguatan yang terjadi di bursa-bursa regional. Meredanya konflik geopolitik beberapa negara di dunia membuat kekhawatiran pelaku pasar mereda. Aksi beli sudah muncul sejak pembukaan perdagangan. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun mampu kompak menguat. Pada penutupan perdagangan Sesi I, Senin (11/8/2014), IHSG menanjak 38,342 poin (0,76%) ke level 5.092,102. Sementara Indeks LQ45 melonjak 8,800 poin (1,02%) ke level 870,705. Indeks berhasil menghindari zona merah sejak pagi tadi berkat aksi beli di saham-saham unggulan. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini ada di level 5.101,273. Perdagangan siang hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 94.286 kali dengan volume 2,155 milia...

ihsg penutupan per tgl 08 Agustus 2014

JAKARTA. Setelah bergerak fluktuatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan dengan pelemahan. Indeks hari ini (8/8), ditutup melemah 0,26% atau 13,22 poin menjadi 5.053,76. Hanya ada tiga dari sepuluh sektor yang menguat. Sektor konstruksi menguat terbesar dengan kenaikan 0,48%. Diikuti perdagangan yang naik 0,34% dan infrastruktur 0,02%. Sedangkan tujuh sektor lainnya melemah, dipimpin sektor aneka industri yang merosot 1,3%. Sektor lain yang melemah adalah agrikultur (1,6%), manufaktur (0,74%), pertambangan (0,71%), barang konsumer (0,57%), industri dasar (0,48%), dan finansial (0,15%). Sebanyak 112 saham yang bergerak positif tak mampu mengangkat bursa, sementara 156 efek saham lainnya melandai. Sedangkan 87 saham lainnya tak bergerak. Tiga emiten LQ45 yang mejeng di jajaran top gainer yaitu PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang menguat 5,09% ke Rp 413 per saham, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) naik 3,19% ke Rp 2.750, dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menguat 2,48% ke Rp...

IHSG PENUTUPAN per tgl 07 Agustus 2014

Bisnis.com , JAKARTA- Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Pada pukul 16.00 WIB, indeks itu ditutup pada level 5.066,98 atau menguat 0,17%. Sementara itu, kurs Rupiah terhadap dolar AS tertekan 0,38% ke Rp11.796/US$. Pada akhir perdagangan sesi I, pada pk. 12:00 WIB, Kamis (7/8/2014), terpantau ada di angka 5.047,43 atau terkoreksi 0,21%. Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS tertekan 0,23% ke Rp11.778/US$. Pada saat pembukaan perdagangan tercatat melemah 0,12% ke 5.052,09.

ihsg per tgl 04-07 Agustus 2014 (ekspektasi sederhana ihsg Q3 2014)

... ekspektasi gw seh maseh positif walau pun IHSG AGUSTUS agak terkoreksi turun dan mungkin terjadi penguatan tipis di akhir Agustus 2014:  INILAHCOM, Jakarta – Laju IHSG pada perdagangan Kamis (7/8/2014) diprediksi berada pada rentang support 5.025-5.035 dan resisten 5.075-5.095. Inilah saham-saham pilihannya. Pada perdagangan Rabu (6/8/2014) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 50,86 poin (0,995%) ke posisi 5.058,227. Intraday terendah 5.050,691 dan tertinggi 5.085,723. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan net sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy. Reza Priyambada, analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) mengatakan, masih adanya sentimen negatif membuat IHSG belum mampu keluar dari zona merah. “Pelaku pasar cenderung masih melakukan aksi jual seiring pelemahan pada mayoritas bursa saham global,” katanya kepada INILAHCOM di Ja...

ihsg per tgl 07 Agustus 2014

JAKARTA– Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka turun 0,12%  ke 5.052,09 pada perdagangan hari ini, Kamis (7/8/2014). Pada pk. 09:08 WIB jadi melemah 0,1% ke 5.053,31. Dari 502 saham yang diperdagangkan, sebanyak  10 saham menguat,  23  saham melemah, dan 469 saham stagnan. Sepuluh sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia,  tujuh melemah dipimpin sektor konsumer 0,50%. Tiga sektor menguat dipimpin aneka industri 0,51%. Indeks Bisnis 27 dibuka melemah 0,14% ke level 442,82. Pada pk. 09:10 WIB jadi turun 0,02% ke 443,35. Sementara itu rupiah melemah 0,12% ke Rp11.765/US$ Saham-saham yang melemah pagi ini:  UNVR    -0,81%     GGRM     -1,47%     BBCA     -0,43%     SMGR     -1,22%     Saham-saham yang menguat pagi ini: ASII     +1,31%     BBNI     +1,10%     ICBP ...

ihsg penutupan SAAT KECEMASAN RAKSAS1 (060814)

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah cukup signifikan, yaitu 50,86 poin (1,00%) ke posisi 5.058,2327 . Investor asing juga tercatat melakukan jual bersih mencapai Rp 1,2 triliun. Selain ketegangan geopolitik internasional, isu dalam negeri terkait politik juga turut mempengaruhi pelaku pasar. Hari ini, Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang perdana sengketa pemilihan presiden (pilpres) yang diajukan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Duet ini menolak hasil rekapitulasi suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla. "Iya, ini memang menimbulkan uncertainty (ketidakpastian). Investor yakin bahwa peluang presiden terpilih versi KPU masih besar, tetapi di sisi lain khawatir juga kalau masalah ini berkepanjangan," tutur Destry Damayanti, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk ( BMRI ), kepada detikFinance , Rabu (6/8/2014). Pelaku pasar, lanjut Destry, masih menyimpan kekhawatiran bahwa kalau pun pu...