Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

ihsg per tgl 30 Juni 2014

Bisnis.com , JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak pada level 4.821 – 4.872 pada perdagangan Senin (30/6/2014) yang masih berada pada fase konsolidasi. William Surya Wijaya, analis PT Asjaya Indosurya Securities, mengatakan pergerakan IHSG masih berkutat pada fase konsolidasi dan masih enggan beranjak dari fase tersebut "Potensi gerakan masih akan seputar level support 4821 hingga resistance 4872, " katanya, Sabtu (28/6/2014). Dia menjelaskan rentang kenaikan IHSG lebih terbatas karena IHSG kembali ditutup pada level dibawah resistance 4872 pada akhir pekan ini. Hal ini, ujarnya, tentunya berpengaruh terhadap gerakan konsolidasi IHSG yang akan menjadi lebih panjang. bBeberapa rilis data perekonomian tentunya akan menjadi salah satu faktor penggairah pasar pada pekan ini. Berikut ini beberapa saham yang layak diperhatikan pada perdagangan awal pekan depan. - ASII - KLBF - INDF - BBNI - ARNA - IMAS - MYOR - KAEF - SGRO

ihsg per tgl 27 Juni 2014 (bursa saham AKAN TERGUNCANG lage...)

Bisnis.com,  JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) saat penutupan perdagangan Jumat (27/6/2014) terkoreksi 27,28 poin atau 0,56% ke level 4.845, 13. Sepanjang hari ini, indeks bergerak pada kisaran 4.835,04 hingga 4.871,07. Dari 496 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 95 saham menguat, 174 saham melemah, dan 227 saham stagnan. Dari 9 sektor yang ada, hanya sektor aneka industri yang menguat, yakni sebesar 1,47%, sedangkan sisanya kompak melemah. Sektor infrastruktur terkoreksi 1,27%, paling tajam dibandingkan dengan sektor lainnya. Pada saat yang sama indeks Bisnis 27 juga melemah 0,67% atau 2,84 poin ke level 419,62. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tmelejit 0,86% ke level Rp11.995/US$. JAKARTA - Saat ini nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah ke level Rp12.110 per USD. Pelemahan ini dikhawatirkan mengganggu pasar modal Indonesia. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengungkapkan, jika

ihsg penutupan per tgl 26 Juni 2014

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan bertahan di zona penguatan sepanjang hari ini, Kamis (26/6). Indeks ditutup menguat 0,69% atau 233,44 poin ke 4872,24. Sebanyak 180 saham menopang kenaikan indeks, sedangkan 91 emiten saham tertekan. Sedangkan sebanyak 79 emiten saham tak bergerak. Semua sepuluh sektor yang diperdagangkan poisitif, dipimpin sektor infrastruktur yang menguat 0,98%. PT Sentul City Tbk ( BKSL ) akhirnya mencetak penguatan terbesar di antara saham LQ45 lainnya, yaitu sampai 9,41% ke Rp 93 per saham. Saham properti ini tertekan ke Rp 85, harga terendahnya sejak Februari 2010. Selain Bukit Sentul, emiten lain yang menikmati kenaikan adalah PT Adaro Energy Tbk ( ADRO ) yang naik 4,8% ke Rp 1.200 per saham, diikuti PT XL Axiata Tbk ( EXCL ) sebesar 4,59% ke Rp 5.125 per saham. Sedangkan saham bluechips yang paling tertekan hari ini adalah PT AKR Corporindo Tbk ( AKRA ) sebesar 2,10% ke Rp 4.435 per saham, diikuti oleh PT Multipolar Tbk ( MLPL ) yang turun

ihsg per tgl 26 Juni 2014 (HEDGING starts)

JAKARTA. Prospek rupiah masih meredup. Kemarin, kurs tengah Bank Indonesia (BI) memperlihatkan, rupiah terus melemah dan menyentuh level Rp 12.027 per dollar AS. Di pasar spot, rupiah terkoreksi 0,84% menjadi Rp 12.090 per dollar AS. Dalam setahun, rupiah anjlok 21,88%. Kejatuhan rupiah turut menghimpit emiten di pasar modal domestik. Jika di kuartal pertama banyak emiten mencatatkan untung kurs, kondisi sebaliknya bakal terjadi di kuartal kedua dan kuartal ketiga. Pelemahan rupiah bisa menyebabkan emiten menelan rugi selisih kurs. Berdasarkan wawancara KONTAN dengan sejumlah analis pasar modal, ada beberapa perusahaan yang bisa terpapar pelemahan rupiah. Misalnya, perusahaan yang memiliki utang dollar AS, antara lain Indofood Sukses Makmur (INDF), Alam Sutera Realty (ASRI) dan Tower Bersama Infrastructure (TBIG). "Emiten yang punya utang dollar AS bisa melakukan efisiensi biaya," imbuh Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya. Kemudian, perusahaan yang

ihsg PENUTUPAN per tgl 25 Juni 2014

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sore ini, Rabu (25/6) dengan pelemahan turun 23,25 poin atau 0,48%. Indeks ditutup di leve l 4838,98. Sektor teknologi menguat 1,11% dan kesehatan menanjak 0,3%. Sedangkan sektor lainnya menurun, dipimpin sektor industrial yang merosot 0,74%. Saham penggerak indeks ke bawah antara lain PT Bank Central Asia Tbk ( BBCA ) yang turun 2,28% ke Rp 10.700, PT Astra International Tbk ( ASII ) yang turun 1,03% ke Rp 7200, serta PT Gudang Garam Tbk ( GGRM ) yang turun 2,8% ke Rp 52.000 per saham. Sedangkan saham yang menguat pada hari ini antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ( BBRI ) yang naik 0,75% ke Rp 10.075. Serta PT Media Nusantara Citra Tbk ( MNCN ) sebesar 3,62% ke Rp 2.720, dan PT Inovisi Infracom Tbk ( INVS ) sebesar 6,67% ke Rp 1.600 per saham. Editor: Sanny Cicilia Bisnis.com,  JAKARTA – Indeks Bisnis 27 pada perdagangan Rabu (25/6/2014)  berakhir melemah 0,69% atau 2,9 poin ke level 418,08. Pada ha

ihsg per tgl 24 Juni 2014

Bisnis.com, JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,11% ke level 4.847,43 pada perdagangan hari ini, Selasa (24/6/2014). Adapun nilai tukar rupiah melemah 0,03% ke level Rp11.995 per dolar AS. Sementara itu, pada saat penutupan perdagangan awal pekan, Senin (23/6/2014), melemah 5,57 poin atau 0,11% ke level 4.842,13. Kemarin, indeks bergerak pada kisaran 4.840,98 hingga 4.868,02. Dari 496 saham yang diperdagangkan, sebanyak 96 saham menguat, 175 saham melemah, dan 225 saham stagnan. Dari 9 sektor yang ada, hanya dua yang menguat, satu stagnan, sedangkan sisanya melemah. Penurunan paling tajam terjadi pada sektor properti dan real estat, yakni 1,35%. Sementara itu, sektor aneka industri naik tertinggi yakni 0,83%, dan sektor pertanian stagnan. Pada saat yang sama indeks Bisnis 27 justru menguat 0,15% atau 0,61 poin ke level 419,86. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terkoreksi 0,16% ke level Rp11.992/US$. INILAHCOM, Hong Kong - Para pengam

ihsg per tgl 23 Juni 2014

INILAHCOM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melemah sepanjang sepekan kemarin. Indeks saham melemah 0,34% ke 4.847,70 pada akhir perdagangan Jumat (20/6/2014). Investor asing mengalami net buy Rp42,02 miliar. Analis pasar modal dari PT Trust Securities, Reza Priyambada, mengatakan pemicunya karena rupiah masih tertekan. "Tidak banyak bursa saham Asia yang mampu lanjutkan penguatannya dan kembali melemahnya laju nilai tukar rupiah membuat IHSG kesulitan untuk bangkit," ujar Reza di Jakarta, Minggu (22/6/2014). Meskipun rupiah sempat menguat namun trennya masih melemah sebab, rupiah tidak berada pada ekspektasi range perkiraannya. "Harapan kami terhadap mulai menguatnya Rupiah dan masih postifnya laju bursa saham AS dapat berimbas positif pada IHSG yang sedang lesu kurang fit untuk naik, hanya berlangsung sesaat di awal perdagangan namun, sepanjang perjalannya IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah," jelasnya. Reza menyebutk

ihsg per tgl 20 Juni 2014 (analisis teknikal UNVR ala gw)

JAKARTA. Berikut adalah sejumlah rekomendasi teknikal yang layak disimak pagi ini: - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk ( SIDO ) Dalam jangka menengah berpotensi bearish. Indikator stochastic oversold dan belum mengalami golden cross. Indikator RSI berada di area oversold, ADX masih bearish.MACD bearish dengan histogram melemah. Rekomendasi : buy on weakness Support : Rp 745 Resistance : Rp 780 Lanjar Nafi Taulat, Reliance Securities - PT Indosat Tbk ( ISAT ) Tren harga saham bearish, MA55 dan MA10 sudah menunjukkan downtrend. Indikator stochastic oversold, RSI membentuk bullish divergent. Candlestick membentuk white candle yang berarti mulai muncul minat beli. Rekomendasi : speculative buy Support : Rp 3.775 Resistance : Rp 3.830 Alwi Assegaf, Universal Broker Indonesia - PT Unilever Indonesai Tbk ( UNVR ) ... ini saham yang gw inves + FLDTT ken saat ini :) Dalam jangka menengah sideway, tapi ada potensi penurunan jangka pendek. MACD neg

TRAGED1 SPANYOL @ ihsg per tgl 19 Juni 2014

Bisnis.com ,   JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG), dibuka menguat 0,17% ke 4.895,96 pada perdagangan Kamis (19/6/2014). Selanjutnya, indeks menguat 0,19% ke 4.897,02 pada pukul 09.06 WIB. Pergerakan tersebut sejalan dengan bursa global yang menguat setelah adanya keputusan The Federal Reserve untuk tetap mempertahankan suku bunga rendah. Dari 496 saham yang diperdagangkan, sebanyak 23 saham menguat, 11 saham melemah, dan 462 saham stagnan. Delapan dari sembilan sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menguat dengan kenaikan terbesar dialami oleh sektor industri dasar dan kimia 0,42%. Adapun satu-satunya sektor yang melemah adalah properti 0,02%. Indeks Bisnis 27 juga dibuka menguat 0,28% ke 425,09.  Adapun nilai tukar rupiah menguat 0,6% ke Rp11.925 per dolar AS. Saham-saham yang menguat pagi ini: BMRI +0,51% ASII  +0,35%  TLKM  +0,41%  UNTR  +1,11%  Saham-saham yang melemah pagi ini: BBCA -0,23% JSMR  -0,84%  PWON 

IHSG PENUTUPAN per tgl 18 Juni 2014

 kontan JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada transaksi perdagangan sore ini (18/6). Data yang dihimpun RTI menunjukkan, pada pukul 16.00 WIB, indeks tercatat turun 0,44% menjadi 4.887,86. Ada 145 saham yang menurun. Sementara, jumlah saham yang naik mencapai 116 saham dan 108 saham lainnya diam di tempat. Sementara itu, volume transaksi sore ini melibatkan 4,835 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,231 triliun. Secara sektoral, ada sembilan sektor yang melorot. Adapun tiga sektor dengan penurunan terbesar yakni: sektor industri dasar yang turun 1,29%, sektor konstruksi turun 0,8%, dan sektor industri lain-lain turun 0,69%. Saham-saham LQ 45 yang mencatatkan penurunan terdalam di antaranya: PT XL Axiata Tbk ( EXCL ) turun 3,37% menjadi Rp 5.025, PT Adhi Karya Tbk ( ADHI ) turun 3,10% menjadi Rp 2.815, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk ( INTP ) turun 3,01% menjadi Rp 24.200. Sedangkan saham-saham LQ 45 yang mengalami

ihsg per tgl 18 Juni 2014

Bisnis.com,  JAKARTA — Siang ini, indeks harga saham gabungan melemah 0,28% ke level 4.895,97 pada perdagangan sesi I, Rabu (18/6/2015). Sepanjang hari ini, indeks bergerak pada kisaran 4.893,26-4.906,67. Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menilai koreksi yang terjadi merupakan hal yang wajar. Meskipun demikian, indeks masih berupaya untuk menguat dan dia menyebutkan dana masuk ( capital inflow ) pada sesi I tercatat di atas Rp1 triliun. “ Ini koreksi wajar dalam perjalanan naiknya. Support berada di level 4.884 dan target resisten yang bisa dicapai pada sesi II adalah 4.921,” ujarnya kepada  Bisnis,  Rabu (18/6/2014). Adapun sejumlah saham yang layak dicermati untuk sesi II hari ini adalah BBNI, BBTN, PGAS , LSIP, ADRO , INCO, ASGR. INILAHCOM, Jakarta - Meski sempat mengalami pelemahan, namun IHSG akhirnya mampu menembus zona positif. Suhu politik yang menekan indeks akhirnya mulai berkurang. Indeks saham menguat 0,49% ke 4.909,52 pad

IHSG PENUTUPAN per tgl 17 Juni 2014

  TEMPO.CO , Jakarta - Ekspektasi positif pelaku pasar terhadap hasil pemilu presiden mendorong mereka untuk melakukan akumulasi beli di pasar saham. Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 17 Juni 2014, menguat 24,058 poin (0,49 persen) ke level 4.909,517. Indeks bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan, namun berbalik menguat di akhir sesi. Setelah pembukaan bursa Eropa, cenderung menguat di sore hari. Saham yang paling banyak diburu, antara lain Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BCA, Telkom Indonesia, dan Semen Indonesia. Adapun transaksi saham hari ini mencapai 3,2 miliar lembar senilai Rp 3,7 triliun dan asing mencatat penjualan bersih Rp 27 miliar. (Baca: Usai Debat Capres, IHSG Dibuka Melemah ) Analis dari PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, mengatakan pelaku pasar mulai melakukan aksi beli di harga rendah atas saham-saham unggulan. Aksi beli ini didorong oleh ekspektasi hasil pilpres akan mendongkrak harga saham. &quo

ihsg per tgl 17 Juni 2014

Bisnis.com ,   JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,09% ke level 4.889,72 pada perdagangan Selasa (17/6/2014). Selanjutnya pada pukul 09.09 WIB, IHSG menguat 0,08% ke 4.889,41 . Indeks menguat untuk pertama kalinya setelah tertekan 1,76%selama 3 hari berturut-turut sebelumnya.  Dari 496 saham yang diperdagangkan, sebanyak 17 saham menguat, 15 saham melemah, dan 464 saham stagnan. Enam dari sembilan sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menguat dengan kenaikan terbesar dialami oleh sektor pertambangan 0,53%. Adapun tiga sektor lainnya melemah dengan penurunan terbesar dialami sektor aneka industri 0,28%. Indeks Bisnis 27 juga dibuka menguat 0,2% ke 423,19. Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,45% ke Rp11.872 per dolar AS. Saham-saham yang menguat pagi ini: GGRM +1,56% BBRI   +0,49%  PGAS   +0,94%  BMRI  +0,51%  Saham-saham yang melemah pagi ini: BBCA -1,13% CPIN  -0,78% BSDE  -1,59%

IHSG PENUTUPAN (sepi .... ) per tgl 16 Juni 2014

JAKARTA. Pertahanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jebol pada akhir sesi I hari ini (16/6). Mengutip data RTI, pada pukul 16.00 WIB, indeks tercatat turun 0,84% menjadi 4.885,45. Ada 200 saham yang terbenam di zona merah. Sementara, jumlah saham yang naik 74 saham dan 85 saham lainnya diam di tempat. Volume transaksi sore ini melibatkan 3,907 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 3,908 triliun. Selain itu, sembilan sektor kompak memerah. Adapun tiga sektor dengan penurunan paling dalam di antaranya: sektor industri lain-lain turun 1,69%, sektor pertambangan turun 1,48%, dan sektor infrastruktur turun 1,39%. Saham-saham LQ45 yang berada di posisi top loosers antara lain: PT Adaro Energy Tbk ( ADRO ) turun 4,3% menjadi Rp 1.225, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 4,04% menjadi Rp 21.975, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 3,9% menjadi Rp 10.475. Sedangkan saham-saham LQ 45 yang berada di posisi top gainers yaitu: PT PP London Sumatra Tbk (LSIP) naik 1,56% me

ihsg per tgl 16 Juni 2014

JAKARTA — Siang ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,42% ke level 4.905,73 pada akhir sesi I siang ini, Senin (16/6/2014). Pelemahan juga dialami oleh indeks Bisnis 27 sebesar 0,45% ke 425,44. Dari 27 saham yang ada, sebanyak 4 saham menguat, 22 saham melemah, dan 1 saham stagnan. Secara persentase, penurunan terbesar dialami oleh EXCL sebesar 2,88%. Indeks Bisnis 27 merupakan indeks yang terdiri dari 27 saham perusahaan tercatat yang dipilih berdasarkan kriteria fundamental, teknikal atau likuiditas transaksi dan Akuntabilitas dan tata kelola perusahaan. Berikut ini harga saham emiten yang termasuk di Indeks Bisnis 27 untuk Sesi I: No     Kode     Nama Perusahaan     Harga (Rp)     1     ADRO     PT Adaro Energy Tbk     1.260     2     ANTM     PT Aneka Tambang Tbk     1.130     3     AALI     PT Astra Agro Lestari Tbk     26.775     4     ASII     PT Astra International     7.350     5     BBCA     PT Bank Central Asia Tbk     11.025     6     BDMN     PT Bank

ihsg penutupan per tgl 13 Juni 2014

Bisnis.com,  JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) saat penutupan perdagangan Jumat (13/6/2014) melemah 7,74 poin atau 0,16% ke level 4.926,66. Sepanjang hari ini, indeks bergerak pada kisaran 4.918,48 hingga 4.929,61. Dari 496 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak  107 saham menguat,  147 saham melemah, dan 242 saham stagnan. Dari 9 sektor yang ada, hanya tiga yang menguat, sedangkan sisanya melemah. Koreksi paling tajam terjadi pada sektor barang-barang konsumsi, yakni sebesar 0,44%. Sementara itu, sektor pertanian menguat paling tinggi, yaitu 0,42%. Pada saat yang sama indeks Bisnis 27 juga melemah 0,24% atau 1,01 poin ke level 427,37. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,05%% ke level Rp11.796/US$. Saham-saham penekan indeks: BBCA -1,12% ASII -0,67% UNTR -2,17% UNVR -0,67% Saham-saham pendorong indeks: TLKM +1,66% INTP +1,64% LPPF +2,36% TBIG +2%  Sumber: Bloomberg, 2014 Editor : Setyardi Widodo   JAKARTA -

ihsg per tgl 13 Juni 2014

kontan JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada akhir pekan (13/6). Data RTI menunjukkan, pada pukul 09.13 WIB, indeks tercatat turun 0,13% menjadi 4.927,85. Ada 75 saham yang ditransaksikan menurun. Sementara, jumlah saham yang naik sebanyak 62 saham dan 57 saham lainnya tak berubah posisi. Volume transaksi pagi ini melibatkan 308,256 juta saham dengan nilai transaksi Rp 352,121 miliar. Secara sektoral, ada enam sektor yang melorot. Adapun tiga sektor dengan penurunan terbesar di antaranya: sektor industri dasar yang turun 0,42%, sektor perdagangan yang turun 0,39%, dan sektor barang konsumen yang turun 0,4%. Saham-saham LQ 45 yang mencatatkan penurunan terbesar di antaranya: PT Global Mediacom Tbk ( BMTR ) turun 2,05% menjadi Rp 2.150, PT United Tractors Tbk ( UNTR ) turun 1,52% menjadi Rp 22.650, dan PT Express Transindo Tbk ( TAXI ) turun 1,16% menjadi Rp 1.280. Sementara, sejumlah saham LQ 45 yang mencatatkan kenaikan