Langsung ke konten utama

ihsg penutupan per tgl 03 Mar 2016

Jakarta detik -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 'parkir' di zona hijau di detik-detik terakhir penutupan perdagangan. Padahal, sejam sebelum penutupan, IHSG terus bergerak di zona merah. Penguatan IHSG ditopang naiknya saham-saham di sektor infrastruktur. Dana asing masuk tercatat Rp 980,696 miliar.

Mengawali perdagangan, Kamis (3/3/2016), IHSG dibuka menguat 12,71 poin (0,26%) ke level 4.848,91.

Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup naik 20,302 poin (0,42%) ke 4.856,498. Sementara indeks LQ45 ditutup menguat 3,303 poin (0,39%) ke 851.648.

Mengakhiri perdagangan, IHSG ditutup menguat 7,843 poin (0,16%) ke 4.844,039. Sementara indeks LQ45 ditutup naik 1,222 poin (0,14%) ke 849.567.

Enam sektor menguat, sementara 4 sektor lainnya tak mampu bertahan di teritori positif. Penguatan tertinggi terjadi di sektor infrastruktur sebesar 1,47%. Sementara pelemahan tertinggi terjadi di sektor aneka industri sebesar 2,53%.

Perdagangan hari ini terpantau sangat ramai. Sebanyak 156 saham naik, 121 saham turun, dan 110 saham stagnan. Frekuensi saham yang ditransaksikan sebanyak 307.017 kali, dengan total volume perdagangan sebanyak 5,493 miliar saham, senilai Rp 6,303 triliun.

Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya GGRM naik 1.450 poin (2,25%) ke Rp 66.000, MYOR naik 500 poin (1,72%) ke Rp 29.500, MAPI naik 320 poin (7,22%) ke Rp 4.750, dan IIKP naik 305 poin (9,55%) ke Rp 3.500.

Sementara saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya UNVR turun 1.375 poin (2,88%) ke Rp 46.425, HMSP turun 675 poin (0,61%) ke Rp 110.100, ABDA turun 650 poin (9,70%) ke Rp 6.050, dan LPGI turun 500 poin (10,00%) ke Rp 4.500.

Sementara di pasar uang, dolar AS masih melemah terhadap rupiah. Berdasarkan data perdaganganReuters, dolar AS sore ini bergerak di Rp 13.217, dibandingkan pembukaan pagi tadi di Rp 13.276.

Berikut kondisi bursa saham Asia sore ini:
  • Indeks Nikkei 225 naik 171,02 poin (1,02%) ke 16.917,57
  • Indeks Hang Seng naik 49,60 poin (0,25%) ke 20.053,09
  • Indeks SSE Composite naik 19,36 poin (0,68%) ke 2.869,04
  • Indeks Straits Times naik 53,55 poin (1,96%) ke 2.780,51
(drk/hns) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ihsg per tgl 2-17 OKTOBER 2017 (pra BULLISH November-Desember 2017)_01/10/2019

  RIBUAN PERSEN PLUS @ warteg ot B gw (2015-2017) ada yang + BELASAN RIBU PERSEN (Januari 2017-Oktober 2017) kalo bneran, bulan OKTOBER terjadi CRA$H @ IHSG, well, gw malah bakal hepi banget jadi BURUNG PEMAKAN BANGKAI lah ... pasca diOCEHIN BANYAK ANALIS bahwa VALUASI SAHAM ihsg UDA TERLALU MAHAL, mungkin satu-satunya cara memBIKIN VALUASI jadi MURAH adalah LWAT CRA$H, yang tidak tau disebabkan oleh apa (aka secara misterius)... well, aye siap lah :)  analisis RUDYANTO @ krisis ekonomi ULANGAN 1998 @ 2018... TLKM, telekomunikasi Indonesia, maseh ANJLOK neh, gw buru trus! analisis ringan INVESTASI SAHAM PROPERTI 2017-2018 Bisnis.com,  JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (1/10/2019), akan mendapat sentimen positif dari hijaunya indeks saham Eropa dan Amerika Serikat pada perdagangan terakhir bulan September. Berdasarkan data  Reuters , indeks S&P 500 ditutup menguat 0,50 persen di level 2.976,73, indeks Nasdaq Comp

ihsg per tgl 15 Desember 2014

JAKARTA – Investor asing dipastikan masih bertahan di Indonesia. Kendati bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), menaikkan suku bunga hingga 100 bps tahun depan, imbal hasil (yield) portofolio di Indonesia tetap lebih atraktif, sehingga kenaikan Fed funds rate tidak akan memicu gelombang pembalikan arus modal asing (sudden reversal). Imbal hasil surat utang negara (SUN) dan obligasi korporasi Indonesia bertenor lima tahun saat ini berkisar 7-8%, jauh lebih baik dibanding di Eropa dan AS yang hanya 2-2,5%. Begitu pula dibanding negara-negara lain di Asia, seperti Korea dan Thailand sebesar 2,5-3,5%. Di sisi lain, dengan pertumbuhan laba bersih emiten tahun ini sebesar 10-15% dan price to earning ratio (PER) 14 kali, valuasi saham di bursa domestik tergolong murah. Masih bertahannya investor asing tercermin pada arus modal masuk (capital inflow). Secara year to date, asing membukukan pembelian bersih (net buy) di pasar saham senilai Rp 47,54 triliun. Tren

Waspada: ekonomi 2024

  INFLASI: +0.04% (Januari 2024) INFLASI: +0.34% (Februari 2024) INFLASi: inflasi pangan Maret 2024 PDB: +5.05% (2023, yoy) Cadangan Devisa : $144 M, aza Cadangan Devisa: $140,4 M, aza Cadangan Devisa : $136,2 M (April 2024) SBY v. Jokowi: ekonomi yang lebe bagus 🍒