Langsung ke konten utama

ihsg penutupan per tgl 13 Januari 2015

Jakarta-Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat tipis, Selasa (13/1). IHSG hari ini ditutup menguat 26,43 poin atau naik 0,5 persen ke level 5.214,36. Penguatan indeks hari ini didorong oleh menguatnya harga saham sektor consumer dan aneka industri. Tercatat, sektor consumer menguat 25,4 poin atau naik 1,17 persen dan sektor aneka industri menguat 24,3 poin atau naik 1,96 persen.

Penguatan tipis IHSG ini merupakan pembalikan dari transaksi hari sebelumnya, di mana IHSG terkoreksi sepanjang hari dan terus berada di zona merah hingga penutupan pada sore hari kemarin.

Berdasarkan data bursa yang diolah Beritasatu.com, kumpulan saham unggulan yang tergabung dalam indeks Investor33 menguat 2,34 poin atau naik 1,17 persen menuju level 371,74. Sedangkan, indeks LQ45 juga menguat tipis 26,43 poin atau naik 0,5 persen ke level 897,55. Adapun indeks berbasis syariah yang tergabung dalam ISSI menguat 1,16 poin (naik 0,69 persen) dan berada di kisaran 168,27.

Penguatan tertinggi dialami oleh sektor consumer yang naik 25,4 poin atau naik 1,17 persen disusul sektor aneka industri yang tumbuh 1,96 persen atau naik 24,3 poin, dan sektor manufaktur yang tumbuh 17,7 poin atau naik 1,35 persen. Sedangkan, penurunan tertinggi dialami oleh sektor pertambangan yang turun 13,2 poin atau minus 0,98 persen, disusul sektor pertanian yang turun 8,8 poin atau minus 0,38 persen, dan sektor properti yang turun 3,7 poin atau minus 0,68 persen.

Sebanyak 160 saham tercatat mengalami kenaikan harga, 160 saham turun, dan 89 saham stagnan. Sebanyak 7,37 miliar saham ditransaksikan dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,92 triliun.

Saham-saham yang berada di top gainer di antaranya UNVR yang menguat Rp 900 atau naik 2,8 persen menjadi Rp 33.000, BSWD menguat Rp 505 atau naik 24,5 persen ke level Rp 2.565, INTP menguat Rp 450 atau naik 1,9 persen ke Rp 24.650, dan UNTR menguat Rp 400 atau naik 2,3 persen ke Rp 17.475.

Sedangkan, saham-saham yang menempati top losser di antaranya MERK yang melemah Rp 1.000 atau turun 0,7 persen ke Rp 145.000, SMAR melemah Rp 400 (minus 5,6 persen) ke Rp 6.800, PTBA turun Rp 325 (minus 2,8 persen) ke Rp 11.200,dan  IMPC turun Rp 300 (minus 5,2 persen) ke level Rp 5.500.

Sementara itu, rupiah pada pukul 16.46 ditransaksikan pada kisaran Rp 12.590, turun sembilan poin atau minus 0,07 persen.

Dari pasar regional, indeks Nikkei Jepang melemah 110 poin atau turun 0,64 persen menuju level 17.088. Pelemahan juga dialami indeks Kospi, Korea Selatan yang turun 3,81 poin atau minus 0,2 persen dan berada di kisaran 1.917,14. Sementara itu, Indeks Dow Jones pada transaksi Senin waktu AS atau Selasa pagi WIB ditutup melemah 97 poin atau turun tipis 0,54 persen ke level 17.641.

http://www.beritasatu.com/pasar-modal/240347-ihsg-ditutup-menguat-tipis-05-persen.html




Sumber : BERITASATU.COM

 JAKARTA—Investor Asing meningkatkan aksi jual pada Selasa (13/1/2015) atau hari perdagangan kedua pekan ini.

Rekapitulasi perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan investor asing menjual sekitar 1,04 miliar lembar saham senilai Rp368,57 miliar. Kemarin (12/1/2015) investor asing menjual saham senilai Rp67,91 miliar.

Total saham yang diperdagangkan hari ini lebih dari 10,90 miliar lembar dengan nilai transaksi hampir mencapai Rp7,82 triliun.

IHSG hari ini ditutup naik 0,51% di level 5.214,36. Saham-saham di BEI bergerak pada kisaran 5.197,08—5.217,22 setelah dibuka pada angka 5.199,94.



Pergerakan Investor Asing di IHSG

Tanggal

    Nilai Transaksi (Rp/miliar)

    Kategori

  
13/1/2015

    -368,57

    Net Sell

  
12/1/2015

    -67,91

    Net Sell

  
9/1/2015

    +895,11

    Net Buy

  
8/1/2015

    -135,52

    Net Sell

  
7/1/2015

    -3

    Net Sell

  
Sumber: Bursa Efek Indonesia, 2015

http://market.bisnis.com/read/20150113/7/390427/indeks-bei-13-januari-investor-asing-jual-104-miliar-saham




Sumber : BISNIS.COM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kejar MAX (04 Januari 2017, day 2)

ihsg per tgl 2-17 OKTOBER 2017 (pra BULLISH November-Desember 2017)_01/10/2019

  RIBUAN PERSEN PLUS @ warteg ot B gw (2015-2017) ada yang + BELASAN RIBU PERSEN (Januari 2017-Oktober 2017) kalo bneran, bulan OKTOBER terjadi CRA$H @ IHSG, well, gw malah bakal hepi banget jadi BURUNG PEMAKAN BANGKAI lah ... pasca diOCEHIN BANYAK ANALIS bahwa VALUASI SAHAM ihsg UDA TERLALU MAHAL, mungkin satu-satunya cara memBIKIN VALUASI jadi MURAH adalah LWAT CRA$H, yang tidak tau disebabkan oleh apa (aka secara misterius)... well, aye siap lah :)  analisis RUDYANTO @ krisis ekonomi ULANGAN 1998 @ 2018... TLKM, telekomunikasi Indonesia, maseh ANJLOK neh, gw buru trus! analisis ringan INVESTASI SAHAM PROPERTI 2017-2018 Bisnis.com,  JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (1/10/2019), akan mendapat sentimen positif dari hijaunya indeks saham Eropa dan Amerika Serikat pada perdagangan terakhir bulan September. Berdasarkan data  Reuters , indeks S&P 500 ditutup menguat 0,50 persen di level 2.97...

TRUMP plays trump card... AMERICAN ECONOMIC SUPREMe ONLY, WHITE (sexist) EVANGELICAL PROTESTANT n MARGINALISED ...

GAGASAN POLITIS Donald Trump BERDAMPAK pada EKONOMI GLOBAL, kayaknya suara gw (my voices) @ maen saham mo liat gw BLI n JUAL saham APA hari ini juga transaksi saham2 gw YANG LAEN neh :) TIME.COM: Preet Bharara, the high-profile Manhattan federal prosecutor, said he was fired from his role as United States Attorney for the Southern District of New York on Saturday. The move comes, Bharara said via a tweet on Saturday, after he refused to submit a letter of resignation following Attorney General Jeff Sessions' order to all 46 U.S. Attorney holdovers from Barack Obama's administration to step down. "I did not resign. Moments ago I was fired. Being the US Attorney in SDNY will forever be the greatest honor of my professional life," Bharara tweeted. n November, Bharara met with President Donald Trump following his election. Trump, who was then President-elect, asked Bharara to remain in his role as U.S. Attorney, Bharara told reporters at the time.“The Presid...